WebsiteSekolah AI

Presensi Beres, Orang Tua Terkabar, Ujian Terkoreksi Sendiri.

Siswa tiba, kartu QR dipindai, orang tua langsung menerima WhatsApp: “Anak Bapak/Ibu sudah sampai di sekolah.” Ujian pilihan ganda dinilai otomatis begitu selesai. Rapor tinggal cetak. Semua berjalan dari HP dan laptop yang sekolah sudah punya — tanpa perlu beli server khusus di sekolah. Sebagai sistem informasi sekolah, platform ini juga menangani ujian online (CBT) untuk PTS dan UAS tanpa mencetak soal.

Untuk tanya atau minta demo, klik ikon WhatsApp di pojok kanan bawah — yang membalas saya sendiri, pembuatnya. Tidak ada kewajiban apa-apa.

  • Terpasang ±30 menit
  • Tanpa biaya per pesan WA

Contoh tampilan saja — nama & angka di atas bukan data siswa beneran, tentu saja.

sepatah kata dulu, sebelum fitur-fituran…

Kenapa Saya Membuat Ini?

Jujur saja: awalnya bukan untuk dijual. Saya membuat sistem ini karena melihat sendiri bagaimana rekap presensi makan waktu berjam-jam, koreksi ujian menumpuk sampai malam, dan orang tua sering bertanya “anak saya sudah sampai sekolah belum?” tanpa ada yang bisa menjawab cepat.

Dengan sistem ini, presensi pagi bisa selesai sebelum jam pertama. Orang tua dapat kabar sendiri lewat WhatsApp. Nilai PTS bisa keluar di hari yang sama. Hal-hal seperti itulah yang ingin saya bereskan waktu membuat sistem ini.

Jadi yang Bapak/Ibu lihat di halaman ini bukan janji brosur. Ini alat kerja yang saya buat dan rawat sendiri. Kalau ada yang kurang, sayalah yang bertanggung jawab memperbaikinya.

— Pembuat WebsiteSekolah AI Juga orang yang akan membalas chat Bapak/Ibu nanti

Coba Cek — Apakah Ini Terjadi di Sekolah Bapak/Ibu?

Kalau dua-tiga poin di bawah ini terasa familiar, berarti kita sedang membicarakan masalah yang sama.

Wali kelas merekap presensi manual tiap minggu

Buku hadir kertas berpindah dari kelas ke meja TU, lalu diketik ulang. Pekerjaan yang sama, berulang terus, menyita jam mengajar.

Setiap PTS/UAS keluar biaya cetak soal lagi

Belum lagi koreksinya: guru membawa pulang tumpukan lembar jawaban, nilai baru sampai ke siswa berhari-hari kemudian.

Data siswa entah ada di file yang mana

Presensi di satu berkas, nilai di berkas lain, nomor orang tua di HP guru yang berbeda-beda. Begitu akreditasi datang, semua orang ikut mencari.

Orang tua tidak tahu anaknya sampai sekolah atau belum

Dan sekolah tidak mungkin menelepon ratusan orang tua satu per satu setiap pagi hanya untuk memberi kabar.

Aplikasi lain bagus, tapi tagihannya jalan terus

Langganan bulanan/tahunan, biaya per pesan, biaya per siswa. Berhenti bayar, berhenti juga layanannya — padahal anggaran sekolah pas-pasan.

Satu kata sandi dipakai ramai-ramai

Tidak jelas siapa mengubah data apa dan kapan. Kalau ada nilai atau presensi yang keliru, tidak ada catatan untuk menelusurinya.

Semua itu bukan salah gurunya — memang pekerjaannya yang terlalu manual. Di bawah ini cara sistem ini membereskannya satu per satu.

ini bagian favorit guru piket…

Presensi di Gerbang: 10 Detik per Anak

Tidak ada antrean menulis nama, tidak ada buku yang basah kehujanan. Begini cara kerjanya setiap pagi:

1.
Anak tiba, tunjukkan kartu

Setiap siswa punya kartu QR pribadi yang dicetak massal per kelas. Kartu ini bertanda tangan digital — difotokopi atau dibuat ulang tidak akan berlaku.

2.
Guru piket memindai dari HP

Cukup HP biasa, tanpa alat tambahan. Kartu tertinggal? Nama/NISN tetap bisa diketik manual — anak tidak perlu pulang lagi.

3.
Kehadiran langsung tercatat

Lengkap dengan jamnya dan siapa yang memindai. Rekap harian, mingguan, sampai satu semester tersusun sendiri.

4.
Orang tua menerima WhatsApp

Otomatis, beberapa saat setelah anak tercatat hadir — juga untuk status terlambat, izin, dan sakit. Sampai 2 nomor per siswa, tanpa biaya per pesan.

Fitur Sistem Informasi Sekolah: Presensi, Ujian Online (CBT) & Rapor

Apa saja yang bisa dilakukan sistem ini? Saya kelompokkan jadi tiga, sesuai urusan sekolah sehari-hari. Semua yang tertulis di sini memang ada di sistemnya — bukan fitur “rencana”. Bukan sekadar website profil — ini sistem yang dipakai guru & siswa setiap hari.

1 — Presensi & Kabar Orang Tua

yang paling terasa bedanya ↑

Urusan yang selesai sebelum jam pelajaran pertama dimulai. Wali kelas tidak lagi merekap di akhir minggu, dan orang tua tidak lagi bertanya-tanya.

  • Tiga cara presensi: pindai kartu QR di gerbang, presensi mandiri dari HP siswa (batas pukul 08.00), atau input per kelas oleh guru.
  • WhatsApp otomatis ke orang tua untuk hadir, terlambat, izin, dan sakit — persetujuan orang tua tercatat rapi.
  • Foto & lokasi (opsional) pada presensi mandiri. Foto otomatis diperkecil di HP siswa, jadi hemat kuota dan tidak memenuhi penyimpanan.
  • Arsip tidak hilang: foto tersimpan rapi di Google Drive milik sekolah, rekap presensi tersinkron ke Google Sheets.
  • Ketahuan kalau ada yang diubah: setiap catatan jelas siapa yang menginput, kapan, dan lewat cara apa.

2 — Ujian Online (CBT) yang Susah Dicurangi

nilai keluar hari itu juga

PTS dan UAS tanpa mencetak selembar soal pun. Siswa mengerjakan dari HP/laptop, skor pilihan ganda muncul begitu ujian selesai — guru tidak lagi mengoreksi sampai malam.

  • Soal & pilihan jawaban diacak untuk setiap siswa — contekan dari teman sebangku jadi tidak berguna.
  • Kunci jawaban tidak pernah dikirim ke HP siswa. Penilaian dihitung di server, jadi tidak bisa diakali dari perangkat.
  • Ruang Kontrol untuk pengawas: pantau siapa sudah mulai/selesai, kirim pengumuman ke layar peserta, tambah waktu, atau paksa kumpul — dari satu layar.
  • Pindah tab & keluar layar tercatat. Ada peringatannya, tapi siswa tidak langsung digugurkan — pengawas yang memutuskan.
  • Jawaban tersimpan otomatis dan ujian dibuka dengan token dari pengawas. Mati lampu atau HP bermasalah, pekerjaan tidak hilang.
  • Bank soal bersama + jadwal massal: soal tahun ini bisa dipakai lagi tahun depan, dan sampai 20 ujian PTS/UAS bisa dijadwalkan sekaligus.
  • Draf soal dibantu AI (sesuai namanya): guru menulis topiknya, AI menyusun draf soal pilihan ganda A–E. Guru tetap meninjau dan menyetujui sebelum dipakai — AI membantu, guru yang memutuskan.

3 — Nilai, Rapor & Data Sekolah

rapi pas akreditasi

Akhir semester tidak lagi jadi musim lembur TU. Semua data sudah berkumpul di satu tempat sejak hari pertama.

  • Rapor siap cetak satu halaman per siswa, lengkap tempat tanda tangan — tinggal print.
  • Ekspor ke Excel untuk rekap presensi dan nilai ujian — format yang memang diminta di mana-mana.
  • Data siswa, guru, dan kelas di satu tempat, dengan hak akses berbeda untuk admin, guru, wali kelas, ketua kelas, dan siswa.
  • Akun staf dilindungi verifikasi dua langkah (2FA) dan kata sandi wajib kuat — karena yang dijaga adalah data anak-anak.

Kenapa Tidak Perlu Beli Server di Sekolah?

Sistem ini berjalan di layanan cloud modern, jadi sekolah tidak perlu membeli server, menyiapkan ruang khusus, atau menugaskan teknisi untuk menjaga mesin tetap menyala 24 jam. Cukup pakai HP dan laptop yang sudah ada untuk mengaksesnya.

Setiap sekolah juga mendapat ruang datanya sendiri — data sekolah Bapak/Ibu tidak tercampur dengan sekolah lain, dan tetap milik sekolah sepenuhnya.

Soal data anak, perlakuannya mengikuti prinsip UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP): data hanya dipakai untuk keperluan sekolah itu sendiri, kabar WhatsApp hanya dikirim ke nomor orang tua yang sudah memberi persetujuan, dan aksesnya dibatasi sesuai peran — admin, guru, wali kelas, ketua kelas, dan siswa tidak melihat hal yang sama.

Yang Bapak/Ibu bayar adalah jasanya: pemasangan, penyesuaian, dan pendampingan sampai guru-guru terbiasa. Harga awalnya saya tulis terbuka di bawah — Rp700.000 sekali bayar per project — tanpa biaya siluman di tengah jalan.

UrusanCara Lama vs Sekarang
Rekap presensiBerjam-jam tiap minggu → tersusun otomatis
Kabar ke orang tuaTelepon satu-satu → WhatsApp otomatis
Soal ujianCetak & bayar kertas → dari HP siswa
KoreksiLembur bermalam-malam → skor keluar seketika
Pembayaran awalLangganan terus berjalan → sekali bayar di awal
PerangkatBeli & rawat server → cukup HP & laptop yang ada
ini yang paling penting soal kepemilikan…

Sistemnya Berjalan di Akun Milik Sekolah — Bukan di Akun Saya

Sistem ini berjalan di akun Cloudflare dan database milik sekolah sendiri. Sekolah memegang akses penuh selamanya — jadi sistem tetap berjalan dan tetap bisa dipakai apa pun yang terjadi pada saya. Bapak/Ibu tidak “menyewa tempat” di server saya dan tidak terkunci pada saya; yang dibeli adalah jasanya: pemasangan, penyesuaian, dan pendampingannya.

Itu juga berarti tidak ada sandera data: kalau suatu hari sekolah ingin berpindah pengelola atau mengurus sendiri, akses dan datanya sudah berada di tangan sekolah sejak hari pertama.

Harganya Terus Terang: Sekali Bayar untuk Memulai

Tidak ada harga “hubungi kami” yang ujung-ujungnya mengejutkan. Angkanya saya tulis di sini, sama seperti yang akan Bapak/Ibu dengar di WhatsApp.

Harga Awal — Satu Project untuk Satu Sekolah

Rp700.000 / project

dibayar sekali, di awal ↑

Bukan per bulan, bukan per siswa, bukan per guru. Cukup dibayar sekali di awal untuk pemasangan dan pengaturan sistemnya.

  • Sistem lengkap terpasang: presensi 3 jalur, WhatsApp otomatis ke orang tua, ujian online, rapor & ekspor — semua fitur di halaman ini.
  • Pemasangan & penyesuaian awal untuk sekolah Bapak/Ibu, termasuk pendampingan penuh 30 hari pertama — dibantu sampai guru-guru bisa memakai sendiri.
  • Tanpa langganan wajib: sistem tetap berjalan penuh walaupun Bapak/Ibu tidak mengambil paket lanjutan apa pun.

Tertarik paket awal ini? Klik ikon WhatsApp di pojok kanan bawah untuk ngobrol langsung. Ceritakan dulu kebutuhan sekolahnya — tidak langsung ditagih apa-apa hanya karena bertanya.

kalau nanti ada maunya lagi…

Ada Pekerjaan Lagi? Ada Biaya Tambahan

Fitur baru atau perubahan di luar kesepakatan awal — misalnya tambahan laporan khusus atau penyesuaian tampilan — dihitung sebagai biaya tambahan per pekerjaan. Besarannya selalu saya sampaikan dan sepakati dulu di WhatsApp sebelum dikerjakan. Tidak ada tagihan yang datang belakangan tanpa persetujuan.

atau biar saya yang rawat terus…

Paket Perpanjangan Bulanan (Opsional)

Kalau sekolah ingin sistemnya terus dikembangkan dan ditambah fiturnya tanpa hitung per pekerjaan, ada pilihan langganan bulanan untuk perpanjangan. Sifatnya pilihan, bukan kewajiban — besarannya kita sepakati di WhatsApp sesuai kebutuhan sekolah.

yang paling sering ditanyakan…

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Jawaban singkat dan apa adanya — supaya Bapak/Ibu tidak perlu chat hanya untuk hal-hal dasar ini. Ketuk pertanyaannya untuk membuka jawaban.

Berapa harga totalnya? Apakah ada biaya bulanan yang wajib?

Harga awalnya Rp700.000 per project untuk satu sekolah, dibayar sekali di awal — bukan per bulan, bukan per siswa, dan bukan per guru. Tidak ada langganan wajib: sistem tetap berjalan penuh walaupun sekolah tidak mengambil paket lanjutan apa pun. Kalau nanti ada pekerjaan atau fitur tambahan di luar kesepakatan awal, biayanya per pekerjaan dan selalu disepakati dulu sebelum dikerjakan. Ada juga pilihan perpanjangan bulanan yang sifatnya opsional.

Berapa lama pemasangannya, dan apa yang perlu disiapkan sekolah?

Pemasangan awal sekitar ±30 menit. Sekolah cukup menyiapkan HP dan laptop yang sudah ada serta koneksi internet — tidak perlu membeli server khusus. Setelah terpasang, ada pendampingan penuh 30 hari pertama yang sudah termasuk dalam harga, dibantu sampai guru-guru bisa memakai sendiri.

Kalau pembuatnya sibuk atau tidak bisa dihubungi, bagaimana nasib sistem kami?

Sistem ini berjalan di akun Cloudflare dan database milik sekolah sendiri, bukan di akun saya. Sekolah memegang akses penuh selamanya, jadi sistem tetap berjalan dan tetap bisa dipakai apa pun yang terjadi pada saya. Sekolah tidak terkunci pada saya sebagai satu-satunya orang yang memegang akses.

Apakah data siswa aman? Siapa pemilik datanya?

Data tetap milik sekolah dan tersimpan terpisah per sekolah — tidak tercampur dengan sekolah lain. Perlakuannya mengikuti prinsip UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP): akun staf dilindungi verifikasi dua langkah (2FA) dan kata sandi wajib kuat, hak akses berbeda sesuai peran, setiap perubahan tercatat siapa dan kapan, dan kabar WhatsApp hanya dikirim ke nomor orang tua yang sudah memberi persetujuan.

Bagaimana kabar WhatsApp ke orang tua bekerja?

Begitu presensi anak tercatat — lewat pindai kartu QR, presensi mandiri, atau input guru — sistem mengirim WhatsApp otomatis ke orang tua untuk status hadir, terlambat, izin, dan sakit, sampai 2 nomor per siswa yang sudah memberi persetujuan. Tidak ada biaya per pesan. Detail teknis pengirimannya saya jelaskan terus terang saat demo di chat, termasuk apa yang dilakukan bila ada kendala pada nomor pengirim.

Perangkat apa yang dibutuhkan? Apakah internet sekolah harus kencang?

Cukup HP biasa untuk memindai kartu QR di gerbang, dan HP atau laptop yang sudah ada untuk ujian online (CBT) dan rapor. Tidak ada alat khusus yang wajib dibeli. Saat ujian, jawaban tersimpan otomatis — bila koneksi terputus atau listrik padam, pekerjaan siswa tidak langsung hilang dan ujian bisa dilanjutkan dari attempt yang sama.

Sekolah kami jenjangnya berbeda — apakah sistem ini cocok?

Sistem ini dirancang untuk sekolah yang punya kelas, guru, dan siswa dengan presensi harian, ujian pilihan ganda, dan rapor — kebutuhan yang sama di SD/MI, SMP/MTs, maupun SMA/SMK/MA. Penyesuaian awal untuk jenjang dan kebiasaan sekolah Bapak/Ibu termasuk dalam pemasangan; kebutuhan khususnya bisa diceritakan dulu lewat chat sebelum memutuskan apa pun.

Setelah pendampingan 30 hari selesai, kalau ada masalah bagaimana?

Tetap bisa menghubungi saya lewat ikon WhatsApp di halaman ini. Perbaikan untuk hal yang sudah disepakati di awal kita bereskan bersama; pekerjaan atau fitur baru di luar kesepakatan awal dihitung per pekerjaan dan disepakati dulu besarannya sebelum dikerjakan — tidak ada tagihan yang datang belakangan tanpa persetujuan. Sekolah yang ingin dirawat terus juga bisa memilih perpanjangan bulanan yang opsional.

Pertanyaan lain? Klik ikon WhatsApp di pojok kanan bawah — yang membalas saya sendiri, pembuatnya.

terakhir dari saya…

Lebih Enak Lihat Langsung daripada Baca Brosur, Kan?

Klik ikon WhatsApp di pojok kanan bawah untuk chat dengan saya. Saya tunjukkan cara kerjanya lewat demo langsung — presensinya, ujiannya, rapornya — satu per satu. Kalau cocok, kita bicarakan pemasangannya. Kalau belum cocok, tidak apa-apa, tidak ada yang dikejar-kejar.

Dibalas langsung oleh saya. Pemasangan awal ±30 menit, dibantu sampai guru-guru bisa sendiri.